BAB 9
INFORMASI DAN MANAJEMEN
Sistem komputer sangat penting dalam dunia bisnis dan perdagangan, dan
pemahaman tentang teknologi komputer merupakan suatu keharusan dalam memahami
sistem informasi.
Yang lebih penting bagi para manajer daripada pengetahuan tentang teknologi
komputer adalah pengetahuan tentang sistem informasi yakni sistem yang
diciptakan para analis dan manajer guna melaksanakan tugas khusus tertentu yang
sangat esensial bagi berfungsinya organisasi. Tugas ini berkisar sejak pengolahan
data yang sederhana, seperti menyiapkan tagihan kepada pelanggan, hingga
kecanggihan analisis yang digunakan para manajer untuk menyiapkan basis
kegiatan organisasi.
Untuk itu
pengetahuan sistem informasi yang diperlukan manajer dapat diklasifikasikan ke
dalam dua kelompok, yaitu :
1.
Pengolahan data bisnis. Sebagian organisasi bisnis
mengolah data dalam jumlah yang sangat banyak, serta melakukan berbagai jenis
transaksi bisnis. Untuk itu jelas diperlukan pencatatan dan pengolahan
transaksi tsb dan kegiatan ini dikenal dengan pengolahan data bisnis.
2.
Sistem
informasi manajemen. Para manajer di berbagai tingkatan sering menerima
ringkasan laporan transaksi bisnis, maupun data terinci dan ekstensif tentang
berbagai kegiatan lain. Untuk itu diperlukan sistem informasi yang ekstensif
dan rumit, yang mampu memuaskan keperluan manajer akan informasi.
MENGAPA MEMPELAJARI SISTEM INFORMASI
Selain adanya keharusan
untuk mempelajari sistem informasi bisnis berbasis komputer, masih ada dua
alasan yang mendorong seseorang mengkaji sistem informasi, yaitu :
1.
Adanya
kenyataan bahwa industri teknologi informasi, yang terdiri dari atas industri
komputer dan industri terkait lainnya, kini merupakan industri komersial dunia
yang paling brnilai. Ia juga merupakan industri yang berkembang paling cepat.
Dan merupakan kenyataan, bahwa teknologi informasi telah melakukan transformasi
secara besar-besaran atas kegiatan ekonomi dan rekreasi, serta menarik
perhatian sebagai fenomena sosiologis yang sangat penting di abad ini.
2.
Adanya
kenyataan bahwa industri teknologi informasi telah menciptakan banyak
kesempatan kerja bagi mahasiswa bisnis di berbagai bidang kehidupan. Sehingga
mahasiswa kini hanya bersaing lebih sedikit dibanding para lulusan masa lalu,
hanya karrena kurang menguasai sifat dan implikasi teknologi komputer.
LINGKUNGAN ORGANISASI
Awal kajian yang sesuai dengan sistem informasi adalah analisis tentang
lingkungan organisasi. Sesungguhnya lingkungan organisasi sangat menentukan
jenis informasi apakah yang harus diberikan oleh suatu sistem informasi, juga
tentang bentuk yang diinginkan dari suatu sistem, serta tentang bagaimana suatu
lingkungan informasi seharusnya diorganisasi.
Lingkungan organisasi adalah kekuatan-kekuatan ekonomi, budaya dan politik
yang mempengaruhi kehidupan organisasi. Termasuk ke dalam kekuatan tersebut :
perubahan suku bunga, tingkat inflasi, tingkat serapan tenaga kerja, pergeseran
demografis, kebiasaan masyarakat, hasil pemilu serta sejumlah faktor yang
mempengaruhi permintaan atas suatu produk, disamping juga berbagai sifat pasar,
Pribadi dan organisasi lain juga mempengaruhi kehidupan suatu organisasi,
termasuk didalamnya para pelanggan, para pesaing, para investor dan kreditor,
para pegawai yang bersatu dalam serikat pekerja. Masing-masing kelompok tsb
akan memberikan informasi disamping juga menyerap informasi dari organisasi.
Tambahan lagi lembaga pemerintah selalu memberikan informasi tentang pengaturan
(lewat PP) terhadap suatu organisasi selain juga menerima informasi pelaksanaan
informasi dari organisasi.
Perlu dipahami, bahwa semakin cepat lingkungan organisasi berubah, maka
akan semakin pendek kesempatan bagi suatu organisasi untuk melakukan
penyesuaian. Jadi organisasi memerlukan informasi tentang perubahan lingkungan
lebih cepat. Secara umum semakin rumit dan dinamis perubahan lingkungan suatu
organisasi yang harsu diberikan pada sistem informasi yang dimilikinya.
HIRARKI DALAM ORGANISASI DAN INFORMASI
Hirarki adalah adanya
hubungan antara atasan-bawahan di dalam organisasi, yang menyebabkan adanya
rantai komando yang artinya adanya pelapisan atau tingkatan personil dalam
suatu organisasi.
Hirarki dalam organisasi
mempengaruhi sistem informasi dan struktur hirarki merupakan kerangka dasar
disekitar mana sistem informasi diorganisasikan dengan beberapa perkecualian
dan tanpa mempertimbangkan jenis informasi lain yang telah ada, maka sistem
informasi disusun untuk mengalirkan informasi sesuai dengan hirarki.
Informasi biasanya diringkaskan untuk setiap lapisan dengan cara sbb :
informasi yang
dihasilkan oleh suatu unit organisasi digabungkan dengan informasi lain dari
lapisan yang bersangkutan dan kemudian dialirkan ke lapisan yang lebih tinggi
lagi dan pada lapisan yang terakhir kemudian terjadi penggabungan dengan
informasi yang dihasilkan oleh lapisan yang bersangkutan dan selanjutnya
dialirkan ke lapisan yang lebih tinggi lagi. Informasi juga mengalir ke arah
bawah sesuai hirarki dalam bentuk pengarahan, kebijaksanaan dan pedoman
tindakan, jenis informasi ini kurang tercampuri dengan komputer.
Rentang kendali (Span of Control)
Rentang kendali menggambarkan jumlah orang yang harus melapor kepada
seorang manajer. Dengan semakin meningkatnya rentang kendali akan berakibat
pada menurunnya jumlah lapisan hirarki pada suatu organisasi. Akibat lain
adalah semakin berkurangnya kerumitan organisasi serta berkurangnya biaya
manajerial yang disebabkan struktur organisasi yang semakin sederhana serta
semakin sedikitnya manajer yang harus diperkerjakan. Namun demikian keunggulan
ini akan dilemahkan oleh menurunnya efektivitas organisasi disebabkan munculnya
sumbatan informasi dan pengambilan keputusan, dimana seorang manajer diharuskan
menerima dan menganalisis informasi serta membuat keputusan terlalu banyak,
disamping harus mengarahkan kegiatan bawahan yang terlalu banyak juga.
Ada dua faktor utama yang mempengaruhi kemampuan organisasi untuk
meningkatkan rentang kendali manajerial :
1.
Pentingnya hubungan tatap muka dengan bawahan.
Karena manajer harus mampu melakukan hubungan pribadi dalam menyelesaikan masalah-masalah
lainnya, dan jumlah waktu yang diperlukan untuk melakukan kegiatan ini
merupakan kendala mendasar dalam menentukan jumlah bawahan atau rentang
kendali.
2.
Berkaitan dengan pengendalian dan evaluasi dari
kegiatan masing-masing bawahan serta masing-masing subunit organisasi. Kegiatan
ini sangat bergantung pada informasi yang disediakan oleh sistem informasi.
Peringkasan informasi
Peringkasan
informasi termasuk pengurangan rinci kegiatan yang harus dilaporkan, sehingga
diperoleh perpektif “gambaran besar”
organisasi. Peringkasan diperlukan disebabkan seorang manajer tidak akan mampu
menyerap dan menggunakan seluruh rincian data tentang kegiatan unit organisasi
pada lapisan yang lebih rendah. Disamping itu analisis yang lebih baik biasanya
dihasilkan dari ringkasan kegiatan lapisan lebih bawah sebagaimana dinyatakan
dalam ringkasan.
Penyaringan informasi
Penyaringan
informasi menyebabkan setiap lapisan hierarki menjadi instalasi penyaring yang
ditambahkan pada ringkasan informasi yang akan disampaikan pada lapisan yang
lebih atas. Didalam sistem informasi berbasis komputer, sebagian besar
keputusan tentang penyaringan secara formal merupakan bagian dari perancangan
sistem dan keputusan ini kemudian dimasukkan sebagai bagian komputer.
Walau
demikian informasi bukan dari sistem komputer juga diringkaskan pada
masing-masing level, dan juga dilaporkan kepada lapisan yang lebih atas. Disini
para manajer melakukan serangkaian keputusan tentang informasi apa yang tidak
akan disampaikan pada atasanya dan mereka melaksanakan keputusan ini dengan
cara tidak mengirimkan informasi tersebut.
Proses penyaringan seperti ini
dapat bermanfaat, namun juga dapat menimbulkan bahaya. Di satu sisi hal
demikian akan memungkinkan manajer pada lapis bawah meniadakan informasi yang
tidak relevan. Disisi lain penyaringan akan berbahaya bagi organisasi apabila
para manajer tersebut melakukan penahanan informasi karena alasan tidak senang
ataupun karena bias.
KEGIATAN ORGANISASI
Sifat sistem informasi
yang diperlukan oleh suatu organisasi sangat bergantung pada jenis kegiatan
yang dilaksanakan serta jenis-jenis keputusan yang dibuat oleh pengguna
informasi, yang mungkin saja mereka ini manajer, personel teknis dan
administrasi. Kebutuhan informasi oleh manajer cenderung bervariasi sesuai
dengan lapisan hirarkinya dalam organisasi, sebab kegiatan manajerial cenderung
berbeda pada berbagai lapisan.
Kegiatan manajer
di berbagai lapis dalam organisasi tertentu cenderung dibedakan dengan cara
sistematik sbb :
1.
Manajer
lapis terendah :
·
Penyeliaan
langsung
·
Review
rinci kegiatan
·
Pengendalian
operasi
·
Menyelesaikan
masalah personil
2.
Manajer
puncak :
·
Perencanaan
strategis dan jangka panjang
·
Analisis
alternatif dan alokasi sumber daya
·
Perumusan
kebijaksanaan
·
Review
dan evaluasi keseluruhan
·
Masalah-masalah
kritis
·
Kepemimpinan
dan kegiatan seremonial
3.
Manajer madya : gabungan antara tugas manajer puncak
dan lapis terendah.
Keahlian Manajemen
Sebelum
kita akan membahas keahlian manajemen, kita akan membicarakan fungsi-fungsi
manajemen. Henri Fayol, ahli teori manajemen, menyatakan bahwa manajer
melaksanakan lima fungsi manajemen, yaitu :
a.
Planning
(perencanaan)
b.
Organize
(organisasi)
c.
Staff
(menyusun staff)
d.
Direct
(mengarahkan)
e.
Control
(mengendalikan)
Semua manajer, apa pun tingkatan atau
area bisnis mereka, melaksanakan fungsi-fungsi tersebut, walau mungkin dengan
penekanan yang berlainan.
Seorang
manajer yang berhasil harus memiliki banyak keahlian, tetapi ada dua yang
mendasar yaitu komunikasi dan pemecahan masalah. Manajer
berkomunikasi dengan bawahannya, atasannya, orang-orang di unit lain dalam
perusahaan dan dengan orang-orang d luar perusahaan. Manajer juga memecahkan
masalah dengan membuat perubahan-perubahan pada operasi perusahaan sehingga
perusahaan dapat mencapai tujuannya.
JENIS KEPUTUSAN DAN KEBUTUHAN INFORMASI
Jenis keputusan
dalam tingkatan manajemen dapat dibedakan sbb :
1.
Manajer
lapis terendah/muda :
Ø Keputusannya berulang
Ø Terstruktur
Ø Informasi biasanya telah tersedia
2.
Manajer
puncak :
Ø Keputusan tidak berulang
Ø Tak berstruktur
Ø Keputusannya tidak diperkirakan
Ø Informasi belum tersedia
3.
Manajer madya : gabungan antara manajer puncak dan
muda.
SUMBER INFORMASI
Sumber informasi dapat sangat bervariasi dari satu organisasi dan
organisasi yang lain tergantung pada ukuran organisasi, gaya para manajernya,
industri dan teknologinya serta kecanggihan sistem informasi organisasi. Juga
sumber informasi bagi manajer berbagai lapisan dapat berbeda diantara
fungsi-fungsi yang ada.
Secara umum
sumber informasi dapat diperoleh dari :
1.
Informasi
dari luar
2.
Informasi
komputer
3.
Informasi
non komputer.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
Informasi umum yang
diperlukan manajer mengikuti pola yang mendasar pada sifat kegiatan pada suatu
lapisan manajerial.
Sebagian besar sistem informasi unruk
manajer lapis terbawah didasarkan pada kegiatan operasi dan sistem informasilah
yang memproses transaksi kegiatan di dalam organisasi, inilah yang dikenal
dengan perancangan dari bawah ke atas (bottom-up design). Sistem pemrosesan
transaksi dan sistem informasi lapis terbawah biasanya dikembangkan dengan cara
saling berhubungan.
Sebaliknya sebagian sistem informasi untuk manajemen puncak harus memiliki
fokus eksternal dan berorientasi pada masa depan. Oleh sebab itu sistem
informasi perencanaan harus dikaitkan dengan keperluan manajemen puncak artinya
bahwa mereka harus dikembangkan lebih bebas (tidak berkaitan) dari sistem
pemrosesan transaksi dan sistem pengendalian operasi.
Syarat utama dari perancang sistem perencanaan pada manajerial puncak
adalah pengetahuan tentang proses manajemen dan perencanaan pada lapis manajer
senior dan memiliki pengetahuan tentang sistem informasi dan perancangannya.
Sebaliknya perancang sistem lapis terbawah harus memiliki ketrampilan
teknis sistem informasi kuat dalam pengetahuan tentang kegiatan operasinya.
Pada lapis manajemen madya perancangan sistem sangat dipengaruhi baik oleh
sistem informasi puncak maupun sistem pengendalian dari bawah. Sistem informasi
perencanaan yang dirancang untuk manajemen puncak harus dapat diperluas ke
bawah guna memberikan uraian informasi perencanaan kepada lapis manajemen
madya, yang lebih jauh diuraikan untuk memberikan informasi perencanaan yang
diperlukan oleh manajer lapis terbawah.
Pada arah lain, informasi pengendalian manajemen terutama berisi
peringkasan informasi pengendalian operasi. Sistem informasi lapis terbawah
yang banyak berurusan dengan informasi internal tentang masa lalu dan masa
kini, harus mampu memberikan ringkasan informasi untuk melayani keperluan
manajemen dalam rangaka pengendalian kegiatan manajemen. Pada manajemen madya,
informasi pengendalian kemudian lebih jauh diringkaskan untuk melayani
keperluan informasi manajemen puncak guna pelaksanaan evaluasi keseluruhan dan
peninjauan kembali atas kegiatan operasi. Pada lapis manajemen puncak, informasi
dari luar sangat berharga bagi pelaksanaan evaluasi keseluruhan dan peninjuan
kembali atas kegiatan operasi.
No comments:
Post a Comment
Tolong commentnya berhubungan dengan artikel yang ditulis