BAB 10
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI INFORMASI
Etika dalam penggunaan komputer sedang mendapat perhatian yang lebih besar
daripada sebelumnya. Masyarakat secara umum memberikan perhatian terutama
karena kesadaran bahwa komputer dapat menganggu hak privasi individual. Dalam
dunia bisnis salah satu alasan utama perhatian tersebut adalah pembajakan
perangkat lunak yang menggerogoti
pendapatan produsen/penjual perangkat lunak hingga milyaran rupiah pertahun.
Namun subyek etika komputer lebih dalam daripada masalah privasi dan
pembajakan. Komputer adalah peralatan sosial yang penuh daya, yang dapat
membantu atau mengganggu masyarakat dalam banyak cara, semua tergantung pada
cara penggunaannya.
PERLUNYA BUDAYA ETIKA
Moral :
tradisi kepercayaan mengenai perilaku benar atau salah
Etika : satu set kepercayaan, standart atau
pemikiran yang mengisi suatu individu, kelompok dan masyarakat.
Hukum
: peraturan perilaku yang dipaksakan
oleh otoritas berdaulat, seperti pemerintah pada rakyat atau perusahaan pada
karyawannya..
Penggunaan komputer dalam bisnis
diarahkan pada nilai-nilai moral dan etika dari para manajer, spesialis
informasi dan pemakai dan juga hukum yang berlaku. Hukum paling
mudah diiterprestasikan karena berbentuk tertulis. Dilain pihak etika dan moral
tidak didefinisikan secara persis dan tidak disepakati oleh semua anggota
masyarakat.
Hubungan antara CEO dengan perusahaan merupakan dasar budaya etika. Jika
perusahaan harus etis, maka manajemen puncak harus etis dalam semua tindakan
dan kata-katanya. Manajemen puncak memimpin dengan memberi contoh. Perilaku ini
adalah budaya etika.
Tugas manajemen
puncak adalah memastikan bahwa konsep etikanya menyebar di seluruh organisasi,
melalui semua tingkatan dan menyentuh seluruh karyawan.
Para eksekutif mencapai penerapan ini
melalui suatu metode tiga lapis, yaitu :
1.
Corporate
credo : pernyataan ringkas mengenai nilai-nilai yang ditegakkan perusahaan.
2.
Program
etika : suatu sistem yang terdiri dari berbagai aktivitas yang dirancang untuk
mengarahkan pegawai dalam melaksanakan corporate credo.
3.
Kode
etik perusahaan
ETIKA DAN JASA INFORMASI
Etika komputer adalah sebagai analisis mengenai sifat dan dampak sosial
teknologi kompuetr, serta formulasi dan justifikasi kebijakan untuk menggunakan
teknologi tsb secara etis. (James H. Moor)
Manajer yang
paling bertanggungjawab terhadap etika komputer adalah CIO. Etika komputer terdiri dari dua
aktivitas utama yaitu :
1.
Manajer
informasi harus waspada dan sadar
bagaimana komputer mempengaruhi masyarakat.
2.
Manajer
informasi harus berbuat sesuatu dengan memformulasikan kebijakan-kebijakan yang
memastikan bahwa teknologi tersebut
tepat.
Namun ada satu hal yang sangat penting
bahwa bukan hanya Manajer informasi
sendiri yang bertanggungjawab atas etika komputer. Para manajer puncak
lain juga bertanggungjawab. Keterlibatan seluruh perusahaan merupakan keharusan
mutlak dalam dunia end user computing saat ini. Semua manajer di semua area
bertanggungjawab atas penggunaan komputer yang etis di area mereka. Selain
manajer setiap karyawan bertanggungjawab atas aktivitas mereka yang berhubungan
dengan komputer.
Alasan pentingnya etika komputer
Menurut James H.
Moor ada tiga alasan utama minat masyarakat yang tinggi pada komputer, yaitu :
Ø
Kelenturan logika : kemampuan memprogram komputer
untuk melakukan apapun yang kita inginkan .
Ø
Faktor transformasi : komputer dapat mengubah secara
drastis cara kita melakukan sesuatu.
Ø
Faktor tak kasat mata : semua operasi internal
komputer tersembunyi dari penglihatan.
Faktor ini membuka peluang pada nilai-nilai pemrograman yang tidak
terlihat, perhitungan rumit yang tidak terlihat dan penyalahgunaan yang tidak
terlihat.
HAK
SOSIAL DAN KOMPUTER
Masyarakat
memiliki hak-hak tertentu berkaitan dengan penggunaan komputer, yaitu :
I. Hak atas komputer :
1.
Hak
atas akses komputer
2.
hak
atas keahlian komputer
3.
hak
atas spesialis komputer
4.
hak
atas pengambilan keputusan komputer
II. Hak atas informasi :
1.
Hak
atas privasi
2.
Hak
atas akurasi
3.
Hak
atas kepemilikan
4.
Hak
atas akses
Kontrak sosial jasa informasi
Untuk memecahkan permasalahan etika
komputer, jasa informasi harus masuk ke dalam suatu kontrak sosial yang
memastikan bahwa komputer akan digunakan untuk kebaikan sosial. Jasa
informasi membuat kontrak dengan individu dan kelompok yang menggunakan atau
yang mempengaruhi oleh output informasinya. Kontrak ini tidak tertulis tetapi
tersirat dalam segala sesuatu yang dilakukan jasa informasi.
Kontrak tersebut, menyatakan bahwa :
Ø
Komputer tidak akan digunakan untuk sengaja
mengganggu privasi orang
Ø
Setiap ukuran akan dibuat untuk memastikan akurasi
pemrosesan komputer
Ø Hak milik intelektual akan dilindungi
Ø
Komputer dapat diakses masyarakat sehingga anggota
masyarakat terhindar dari ketidaktahuan informasi.
OPERASIONAL KOMPUTER
Donn Parker
menyatakan bahwa langkah - langkah yang
harus diperhatiakan dalam mengimplementasikan komputer dalam perusahaan, yaitu :
1.
Formulasikan
kode pemakai komputer.
2.
Tetapkan
aturan prosedur yang berkaitan dengan masalah-masalah seperti penggunaan jasa
komputer, antara lain aplikasi paket program dan data, untuk kepentingan pribadi atau perusahaan.
3.
Jelaskan
sanksi yang akan diambil terhadap pelanggaran antara lain : seperti teguran,
penghentian dan tuntutan
4.
Sosialisasikan
perilaku etis pada saat mengoperasikan komputer.
5.
Fokuskan
perhatian pada etika melalui program-program seperti pelatihan dan bacaan yang
disyaratkan
6.
Promosikan UU kejahatan komputer dengan memberikan
informasikan kepada karyawan
7.
Simpan suatu catatan formal yang menetapkan
pertanggungjawaban tiap spesialis informasi untuk semua tindakannya, jangan diberi kesempatan untuk melanggar etika.
8.
Dorong
partisipasi dalam suatu forum informasi serta berikan contoh.
Menempatkan etika komputer dalam perspektif
Berbagai masalah sosial yang gawat ada
sekarang ini, karena pemerintah dan organisasi bisnis gagal untuk menegakkan
standar etika tertinggi dalam penggunaan komputer. Sepuluh langkah yang dianjurkan Paker dapat
diikuti CIO di perusahaan manapun untuk mengantisipasi penerapan etika jasa
informasi.
Kode Kepemimpinan
Perilaku Jasa Informasi
Sumber : Donn B. Parker, “Ethics for
Information Systems Personnel” Journal of Information Systems Management 5
(Summer 1988), 46.
Organisasi SIM
dipercayakan pada program komputer, pasokan, data, dokumentasi, dan fasilitas
yang terus meningkat ukuran dan nilainya. Kita harus memelihara standar
kinerja, keamanan dan perilaku yang jelas membantu kita dalam memastikan
integritas dan perlindungan berbagai aktiva ini. Karena itu, hal-hal berikut
ini harus digunakan sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan kerja. Namun
keberhasilan program ini tergantung pada kewaspadaan tiap anggota organisasi
SIM pada nilai aktiva yang dipercayakan kepadanya. Harus disadari bahwa
pelanggaran kepercayaan ini mengakibatkan tindakan pendisiplinan, termasuk
pemberhentian.
Secara khusus
para karyawan harus :
1.
Melakukan semua kegiatan tanpa kecurangan. Hal ini
mencakup pencurian atau penyalahgunaan uang, peralatan, pasokan, dokumentasi,
program komputer, atau waktu komputer.
2.
Menghindari segala tindakan yang mengkompromikan
integritas mereka. Misalnya pemalsuan catatan dan dokumen, modifikasi program
dan file produksi tanpa ijin, bersaing bisnis dengan organisasi, atau terlibat
dalam perilaku yang mungkin mempengaruhi perusahaan atau reputasinya. Para karyawan
tidak boleh menerima hadiah dari pemasok, agen dan pihak-pihak seperti itu.
3.
Menghindari segala tindakan yang mungkin menciptakan
situasi berbahaya. Termasuk membawa senjata tersembunyi di tempat kerja,
mencederai orang lain atau mengabaikan standar keselamatan dan keamanan.
4.
Tidak
menggunakan alkhohol atau obat terlarang saat bekerja dan tidak bekerja di
bawah pengaruh alkhohol atau obat terlarang atau kondisi lain yang tidak bugar
untuk bekerja.
5.
Memelihara hubungan yang sopan dan profesional
dengan para pemakai, rekan kerja dan penyelia. Tugas pekerjaan harus
dilaksanakan sesuai dengan permintaan supervisor dan manajemen serta harus
sesuai dengan standar keamanan bekerja. Setiap penemuan pelanggaran perilaku atau keamanan harus
segera dilaporkan.
6.
Berpegang pada peraturan kerja dan kebijakan
pengupahan lain.
7.
Melindungi kerahasiaan atau informasi yang peka
mengenai posisi persaingan perusahaan, rahasia dagang atau aktiva.
8.
Melakukan praktek bisnis yang sehat dalam mengelola
sumber daya perusahaan seperti sumber daya manusia, penggunaan komputer, atau
jasa luar.
Menerapkan teori pengambilan keputusan
pemasaran yang etis pada sistem informasi.
Softlifting :
istilah untuk penggandaan ilegal perangkat lunak komputer.
Tidak ada teori
dari sistem informasi untuk mengatur perilaku tidak etis tersebut. Namun ada
satu teori dari pemasaran dapat diterapkan yaitu teori yang dikembangkan oleh
S.D. hunt dan S.J. Vitell.
Teori ini mencakup dua komponen kunci
dari pengambilan keputusan yang etis, yaitu :
1.
Komponen
deontologis
Teori deontologis mengasumsikan bahwa ada satu set peraturan atau panduan
untuk mengarahkan perilaku etis. Aturan-aturan ini dapat didasarkan pada
keyakinan agama, intuisi atau faktor lain.
2.
Komponen
teleologis
Teori telelogis mengukur derajat kebenaran atau kesalahan berdasarkan
konsekuensinya. Konsekuensi tersebut dapat dilihat dari sudut pandang apa yang
terbaik bagi individu yang melakukan tindakan atau apa yang terbaik bagi
masyarakat secara keseluruhan.
RINGKASAN
1.
Moral, etika dan hukum, semua mengatur perilaku
kita. Moral memiliki sejarah dan ada dalam bentuk peraturan-peraturan. Etika di
lain pihak terutama dipengaruhi oleh masyarakatkita dapat berbeda dari satu
masyarakat dengan yang lain. Hukum ada dalam bentuk tertulis dan mewakili
perilaku yang penguasa harapkan.
2.
Para eksekutif menekankan budaya etis pada
organisasi mereka dalam tiga lapis, yaitu :
·
Corporate
credo
·
Program
etika
·
Kode
etik perusahaan
3.
Etika
komputer mengharuskan CIO untuk waspada pada etika penggunaan komputer dan
menempatkan kebijakan yang memastikan kepatuhan pada budaya etika.
Manajer-manajer lain dan semua pegawai yang menggunakan komputer atau yang
terpengaruh oleh komputer turut bergabung dengan CIO dalam tanggung jawab ini.
4.
Masyarakat mementingkan etika komputer karena tiga
alasan dasar, yaitu :
·
Logika
kelenturan komputer
·
Komputer mengubah cara hidup dan kerja kita
·
Proses komputer tersembunyi dari penglihatan karena
nilai-nilai pemograman yang tidak terlihat.
5.
Masyarakat memiliki hak tertentu berkaitan dengan
komputer, yaitu :
a. Hak atas komputer :
·
Hak
atas akses komputer
·
Hak
atas keahlian komputer
·
Hak
atas spesialis komputer
·
Hak
atas pengambilan keputusan komputer
b. Hak atas informasi :
·
Hak
atas privasi
·
Hak
atas akurasi
·
Hak
atas kepemilikan
·
Hak
atas akses
No comments:
Post a Comment
Tolong commentnya berhubungan dengan artikel yang ditulis