Selamat Datang di Blog Kang Djoen 'berbagi untuk negeri'

Friday, August 3, 2012

Filsafat Pendidikan

Pertemuan ke-12


Pengertian Filsafat Pendidikan:
  • Filsafat pendidikan adalah filsafat yang diterapkan pada wilayah tertentu dari usaha manusia.
  • Melibatkan refleksi kritis untuk mempengaruhi dan mengarahkan berbagai pengalaman dan pengetahuan yang disebut sebagai pendidikan.
  • Filsafat pendidikan tidak berada “di-langit”, tetapi dalam suatu konteks historis dan sosial.
Mengapa Kita Membutuhkan Falsafah Pendidikan?
  • Semua pendidik harus memiliki  falsafah pribadi yang mewarnai cara mereka bertindak
  • Membenarkan atau menjelaskan pendidikan  secara  logis & sistematis
Fungsi Falsafah Pendidikan
  • Membawa penafsiran baru serta menganalisis, memperbaiki, memodifikasi konsep-konsep dan prosedur pendidikan yang ada
  • Bertindak sebagai “ruang pembersih” untuk menganalisis dan menjelaskan ide-ide dan masalah-masalah pendidikan
  • Menawarkan sumber & bimbingan etis bagi pendidikan
  • Menginduksi kebiasaan berpikir seperti toleransi, tidak memihak, dan sikap tidak menghakimi

Filsafat pendidikan tidak lain bertujuan mengantarkan para calon guru dan para praktisi pendidikan untuk berhadapan dengan pertanyaan-pertanyaan besar yang mendasari makna dan tujuan pendidikan. Untuk itu, mereka mesti akrab dengan isu-isu, semisal hakikat realitas, makna dan sumber pengetahuan, serta struktur nilai.

Filsafat pendidikan membawa para pelajar pada situasi ketika mereka secara cerdas menilai tujuan-tujuan akhir alternatif, mengaitkan dengan tujuan-tujuan yang diinginkan, dan menyeleksi metode-metode pengajaran sesuai dengan tujuan. Secara holitis, tugas filsafat pendidikan itu membantu para pendidik berpikir secara bermakna tentang totalitas pendidikan dan proses hidup sehingga mereka selalu berada dalam posisi yang tepat dan dapat mengembangkan program yang konsisten serta menyeluruh sehingga para pelajar mampu menjadi diri manusia yang berkualitas.

Tujuan filsafat pendidikan memberikan inspirasi bagaimana mengorganisasikan proses pembelajaran yang ideal. Teori pendidikan bertujuan menghasilkan pemikiran tentang kebijakan dan prinsip-rinsip pendidikan yang didasari oleh filsafat pendidikan. Praktik pendidikan atau proses pendidikan menerapkan serangkaian kegiatan berupa implementasi kurikulum dan interaksi antara guru dengan peserta didik guna mencapai tujuan pendidikan dengan menggunakan rambu-rambu dari teori-teori pendidikan. Peranan filsafat pendidikan memberikan inspirasi, yakni menyatakan tujuan pendidikan negara bagi masyarakat, memberikan arah yang jelas dan tepat dengan mengajukan pertanyaan tentang kebijakan pendidikan dan praktik di lapangan dengan menggunakan rambu-rambu dari teori pendidik. Seorang guru perlu menguasai konsep-konsep yang akan dikaji serta pedagogi atau ilmu dan seni mengajar materi subyek terkait, agar tidak terjadi salah konsep atau miskonsepsi pada diri peserta didik.

Beberapa Aliran Filsafat dalam Pendidikan
Beberapa aliran filsafat pendidikan yang berpengaruh dalam pengembangan pendidikan, misalnya, idealisme, realisme, pragmatisme, humanisme, behaviorisme, dan konstruktivisme. Idealisme berpandangan bahwa pengetahuan itu sudah ada dalam jiwa kita. Untuk membawanya pada tingkat kesadaran perlu adanya proses introspeksi. Tujuan pendidikan aliran ini membentuk karakter manusia. Aliran realisme berpandangan bahwa hakikat realitas adalah fisik dan ruh, bersifat dualistis. Tujuan pendidikannya membentuk individu yang mampu menyesuaikan diri dalam masyarakat dan memiliki rasa tanggung jawab kepada masyarakat. Pragmatisme merupakan kreasi filsafat dari Amerika, dipengaruhi oleh empirisme, utilitarianisme, dan positivisme. Esensi ajarannya, hidup bukan untuk mencari kebenaran melainkan untuk menemukan arti atau kegunaan. Tujuan pendidikannya menggunakan pengalaman sebagai alat untuk menyelesaikan hal-hal baru dalam kehidupan priabdi dan masyarakat. Humanisme berpandangan bahwa pendidikan harus ditekankan pada kebutuhan anak (child centered). Tujuannya untuk aktualisasi diri, perkembangan efektif, dan pembentukan moral. Paham behaviorisme memandang perubahan perilaku setelah seseorang memperoleh stimulus dari luar merupakan hal yang sangat penting. Oleh sebab itu, pendidikan behaviorisme menekankan pada proses mengubah atau memodifikasi perilaku. Tujuannya untuk menyiapkan pribadi-pribadi yang sesuai dengan kemampuannya, mempunyai rasa tanggung jawab dalam kehidupan pribadi dan masyarakat. Menurut paham konstruktivisme, pengetahuan diperoleh melalui proses aktif individu mengkonstruksi arti dari suatu teks, pengalaman fisik, dialog, dan lain-lain melalui asimilasi pengalaman baru dengan pengertian yang telah dimiliki seseorang. Tujuan pendidikannya menghasilkan individu yang memiliki kemampuan berpikir untuk menyelesaikan persoalan hidupnya. 

No comments:

Post a Comment

Tolong commentnya berhubungan dengan artikel yang ditulis