Selamat Datang di Blog Kang Djoen 'berbagi untuk negeri'

Friday, August 3, 2012

Aksiologi Filsafat

Pertemuan ke-11

Pada skema besar filsafat terdapat tiga aspek utama yang mendasari perspektif filafat dalam memandang setiap problem filsafat yang dihadapi. Ketiga aspek tersebut adalah ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Masing-masing aspek ini mengkaji problem filsafat dengan cara pandang yang saling berbeda. Tulisan ini difokuskan pada pembahasan aspek aksiologi dalam konteks filsafat pendidikan.
Aksiologi dalam skema besar filsafat berisi logika, etika dan estetika. Logika adalah bagian ilmu filsafat yang mempelajari kesahihan premis-premis secara benar dan tepat sesuai aturan-aturan logis matematis. Etika merupakan bagian filsafat yang membicarakan problem nilai-nilai dalam kaitanya dengan baik atau buruknya tindakan manusia secara individu maupun dalam masyarakat. Sementara estetika sering diidentikkan dengan filsafat seni yang dalam pengkajiannya diutamakan membahas dimensi keindahan dan nilai rasa baik dalam karya seni, seni itu sendiri, maupun pemikiran-pemikiran tentang seni dan karya seni.
Filsafat pendidikan merupakan refleksi kritis dan filosofis terhadap urgensi dan keberadaan pendidikan di pandang dari perspektif kefilsafatan hingga mencapai pemahaman radikal dan menyeluruh tentang apa itu pendidikan. Dalam konteks aksiologi, permasalahan pendidikan dapat dipersoalkan. Ketepatasasan metode pembelajaran dalam pendidikan harus dapat diuji secara logis matematis, dimana segala sesuatu yang pantas diajarkan biasanya menuntut kepastian metodologi. Logika membantu perumusan materi-materi pembelajaran dan menyeleksi apakah suatu materi layak atau tidak untuk diajarkan. Pendidikan membutuhkan alat bantu berupa rasio akal budi, yang dari rasio inilah prinsip-prinsip logika dapat muncul dan dipelajari. Dalam ranah etika, pendidikan dirumuskan sebagai sarana untuk mencapai tujuan etis. Tujuan yang dimaksud adalah menjawab pertanyaan tentang pentingnya pendidikan yang sarat nilai dan isi moral manusia. Melalui kajian etika, penentuan tujuan dan orientasi pelaksanaan pendidikan dapat lebih jelas dan terarah. Sedangkan dimensi estetika lebih mengarah pada bagaimana pendidikan dapat dirumuskan sedemikian rupa sehingga penyampaian materi pendidikan dapat diterima secara teratur dan tersistematisasi. Hal ini menunjukkan perlunya nilai-nilai seni dalam pendidikan. Seni yang dimaksud adalah seni mengajarkan atau seni menyusun argumentasi dan bahan ajar pendidikan. Dengan demikian, dimensi aksiologi yang mempersoalkan nilai-nilai dalam perspektif filsafat dapat menyumbang perumusan nilai-nilai etis yang terkandung dalam pendidikan. Melalui kajian aksiologi, tujuan penyelenggaraan pendidikan dapat dirumuskan guna mencapai cita-cita pendidikan yang diarahkan untuk kebaikan dan kemaslahatan umat manusia.

No comments:

Post a Comment

Tolong commentnya berhubungan dengan artikel yang ditulis