BAB 7
METODOLOGI SIKLUS HIDUP
SISTEM
Konsep siklus
hidup cocok dengan segala sesuatu yang lahir, tumbuh berkembang dan akhirnya
mati. Pola ini juga berlaku untuk sistem berbasis komputer seperti aplikasi
pengolahan data atau sistem pendukung keputusan. Siklus hidup sistem merupakan
penerapan pendekatan sistem untuk tugas mengembangkan dan menggunakan sistem
berbasis komputer. Siklus hidup sitem itu sendiri merupakan metodologi, tetapi
polanya lebih dipengaruhi oleh kebutuhan untuk mengembangkan sistem lebih
cepat.
SIKLUS HIDUP SISTEM
Metodologi
adalah suatu cara yang disarankan untuk melakukan suatu hal. Pendekatan sistem
adalah metodologi dasar untuk memecahkan masalah. Siklus hidup sistem (system
life cycle – SLC) adalah penerapan pendekatan sistem untuk pengembangan sistem
atau subsistem informasi yang berbasis komputer. Karena tugas-tugas tersebut
mengikuti suatu pola yang teratur dan dilakukan secara top down, SLC sering
disebut sebagai pendekatan air terjun (waterwall approach) bagi pengembangan
dan penggunaan sistem.
Tahap-tahap siklus hidup
Tahap siklus hidup terbagi
menjadi dua yaitu siklus hidup pengembangan (system development life cycle –
SDLC) yang terdiri dari tahap perencanaan, analisis, rancangan dan penerapan.
Tahap ke dua disebut dengan tahap penggunaaannya, yang berlangsung sampai sudah
waktunya untuk merancang sistem itu kembali. Proses merancang kembali
mengakibatkan siklus itu akan diulangi lagi.
Pengelolaan siklus hidup
Siklus
hidup yang pertama dikelola oleh manajer unit jasa informasi, dibantu oleh
manajer dari analisis sistem, pemrograman dan operasi. Dibanyak perusahaan,
tanggung jawab masih berada pada tingkat ini. Namun, kecenderungan saat ini
juga meletakkan tanggung jawab pada tingkat yang lebih tinggi dan lebih rendah.
Sekarang, manajemen siklus hidup sistem mungkin saja terentang melewati
beberapa tingkat organisasional dan melibatkan manajer diluar jasa informasi.
Tanggung jawab eksekutif
Saat sistem memiliki nilai strategis
atau mempengaruhi seluruh organisasi, direktur utama atau komite eksekutif
mungkin memutuskan untuk mengawasi proyek pengembangan. Ketika lingkup sistem
menyempit dan fokusnya lebih operasional, kemungkinan besar kepemimpinan akan
dipegang oelh eksekutif tingkat yang lebih rendah seperti wakil direktur utama,
direktur bagian administrasi dan CIO.
Komite Pengarah SIM
Banyak perusahaan membuat suatu komite
khusus, di bawah tingkat komite eksekutif, yang bertanggungjawab atas
pengawasan seluruh proyek sistem. Jika tujuan komite tersebut adalah
memberikan petunjuk, pengarahan dan pengendalian yang berkesinambungan, komite
ini disebut komite pengarah. Jika perusahaan membentuk komite pengarah untuk
mengarahkan penggunaan sumber daya komputer perusahaan, digunakan nama komite
pengarah SIM.
Komite pengarah
SIM melaksanakan tiga fungsi utama, yaitu :
1.
Menetapkan kebijakan yang memastikan dukungan
komputer untuk mencapai tujuan strategis perusahaan.
2.
Menjadi
pengendali keuangan dengan bertindak sebagai badan yang berwenang memberi
persetujuan bagi semua permintaan dana yang berhubungan dengan komputer.
3.
Menyelesaikan pertentangan yang timbul sehubungan
dengan prioritas penggunaan komputer.
Kepemimpinan proyek
Komite pengarah
SIM jarang terlibat langsung dengan rincian pekerjaan, tanggung jawab itu ada
pada tim proyek. Tim proyek mencakup semua orang yang ikut serta dalam
pengembangan sistem berbasis komputer. Suatu tim mungkin memiliki belasan
anggota, yang terdiri dari pemakia, spesialis informasi dan mungkin audit
internal. Audit memastikan bahwa rancangan sistem memenuhi persyaratan tertentu
dalam hal akurasi, pengendalian, keamanan dan dapat diaudit. Kegiatan tim
diarahkan oleh seorang pemimpin proyek yang memberikan pengarahan sepanjang
berlangsungnya proyek. Tidak seperti komite pengarah SIM, tim proyek tidak
berkelanjutan dan biasanya dibubarkan ketika penerapan sistem telah selesai.
TAHAP SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM
1. TAHAP PERENCANAAN
Keuntungan dari
merencanakan proyek CBIS :
·
Menentukan
lingkup dari proyek
·
Mengenali
berbagai area permasalahan potensial
·
Mengatur
urutan tugas
·
Memberikan
dasar untuk pengendalian
Langkah-langkah tahap perencanaan :
a.
Menyadari
masalah
Kebutuhan akan proyek CBIS
biasanya dirasakan oleh manajer perusahaan, non-manajer, da, elemen-elemen
dalam lingkungan perusahaan.
b.
Mendefinisikan
masalah
Setelah manajer menyadari
adanya masalah, ia harus memahami dengan baik agar dapat mengatasi permasalahan
itu. Disini manajer hanya mencari untuk mengidentifikasikan dimana letak
permasalahannya dan penyebabnya.
c.
Menentukan
tujuan sistem
Manajer dan analis sistem mengembangkan suatu daftar tujuan sistem yang
harus dipenuhi oleh sistem untuk memuaskan pemakai. Pada titik ini tujuan hanya dinyatakan
secara umum.
d.
Mengidentifikasi
kendala-kendala sistem
Sistem baru tidak akan beroperasi bebas dari kendala. Kendala dapat
ditimbulkan oleh faktor lingkungan, manajemen perusahaan.
e.
Membuat
studi kelayakan.
Ada enam dimensi studi kelayakan :
·
Teknis
·
Pengembalian
ekonomis
·
Hukum
dan etika
·
Operasional
·
Jadwal
f.
Mempersiapkan
usulan penelitian sistem
Jika sistem dan proyek nampak layak, diperlukan penelitian sistem yang
menyeluruh. Penelitian sistem akan memberikan dasar yang terinci untuk
rancangan sistem baru mengenai apa yang harus dilakukan sistem itu dan
bagaimana sistem itu melakukan. Analisis akan menyiapkan usulan penelitian yang
memberikan dasar manajer untuk menentukan perlu tidaknya pengeluaran untuk
analisis.
g.
Menyetujui
atau menolak penelitian proyek
Manajer dan komite pengarah menimbang pro dan kontra dari proyek dan
rancangan sistem yang diusulakn serta menentukan apakah perlu diteruskan.
h.
Menetapkan
mekanisme pengendalian
Sebelum penelitian sistem dimulai, komite pengarah SIM menetapkan pengendalian
proyek dengan menentukan apa yang harus dikerjakan, siapa yang melakukannya dan
kapan akan dilaksanakan.
2. TAHAP ANALISIS
Pada saat perencanaan telah selesai
dan mekanisme pengendalian telah berjalan, tim proyek beralih pada analisis
sistem yang telah ada. Analisis sistem adalah penelitian atas sistem yang
telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang bau atau diperbarui.
Adapun langkah-langkahnya adalah :
a.
Mengumumkan
penelitian sistem
Ketika perusahaaan menerapkan aplikasi komputer baru, manajemen mengambil
langkah-langkah untuk memastikan kerja sama dengan para pekerja dengan
memberitahukan tentang penelitian sistem.
b.
Mengorganisasikan
tim proyek
Tim proyek akan melakukan penelitian sistem dikumpulkan. Banyak perusahaan
mempunyai kebijakan menjadikan pemakai, dan bukan spesialis informasi,sebagai
pemimpin proyek. Agar
proyek berhasil, pemakai sangat perlu berperan aktif.
c.
Mendefinisikan
kebutuhan informasi
Analis mempelajari
kebutuhan informasi pemakai dengan terlibat dalam berbagai kegiatan pengumpulan
informasi, wawancara perorangan, pengamatan, pencatatan dan survei.
d.
Mendefinisikan
kriteria kinerja sistem
Begitu kebutuhan informasi manajer didefinisikan, sekarang dapat ditentukan
secara tepat apa yang harus dicapai oleh sistem, yaitu kriteria kinerjanya.
e.
Menyiapkan
usulan rancangan
Analis sistem memberi kesempatan untuk membuat keputusan teruskan atau
hentikan untuk kedua kalinya. Disini manajer harus menyetujui tahap rancangan
dan dukungan bagi keputusan itu termasuk di dalam usulan rancangan
f.
Menyetujui
atau menolak rancangan proyek
Manajer dan komite
pengarah SIM mengevaluasi usulan rancangan dan menentukan keputusasn untuk
menyetujui atau menolak.
3. TAHAP RANCANGAN
Rancangan sistem
adalah penentuan proses dandata yang diperlukan oleh sistem baru. Langkah-langkah tahap rancangan adalah
:
a.
Menyiapkan rancangan sistem yang terinci.
Analis bekerja sama dengan pemakai dan mendokumentasikan rancangan sistem
baru dengan alat-alat yang dijelaskan dalam modul teknis.
b.
Mengidentifikasikan
berbagai alternatif konfigurasi sistem
Sekarang analis harus
mengidentifikasi konfigurasi (bukan merek atau model) peralatan komputer yang
akan memberikan hasil yang terbaik bagi sistem untuk menyelesaikan pemrosesan.
c.
Mengevaluasi
berbagai alternatif konfigurasi sistem
Analis bekerja sama erat dengan manajer mengevaluasi berbagai alternatif
d.
Memilih
konfigurasi yang terbaik
Analis mengevaluasi semua
konfigurasi subsistem dan menyesuaikan kombinasi peraltan sehingga semua
subsistem menjadi satu konfigurasi tunggal.
e.
Menyiapkan
usulan penerapan
Analis menyiapkan usulan
penerapan yang mengikhtisarkan tugas-tugas penerapan yang harus dialkukan,
keuntungan yang diharapkan dan biayanya.
f.
Menyetujui
atau menolak penerapan sistem
Keputusan untuk terus pada tahap penerapan ini sangat penting, karena usaha
ini akan sangat meningkatkan jumlah orang yang terlibat. Jika keuntungan yang
diharapkan dari sistem melebihi biayanya, penerapan akan disetujui.
4. TAHAP PENERAPAN
Penerapan
merupakan kegiatan memperoleh dan mengintegrasikan sumber daya fisik dan
konseptual yang menghasilkan suatu sistem yang bekerja.
Langkah-langkah penerapan, adalah :
a.
Merencanakan
penerapan
Manajer dan spesialis informasi memahami dengan baik pekerjaanyang
diperlukan untuk menerapkan rancangan sistem
b.
Mengumumkan
penerapan
Proyek penerapan diumumkan
kepada seluruh karyawan dengan tujuan untuk menginformasikan pegawai mengenai
keputusan tentang penerapan sistem baru dan meminta kerja sama dari pegawai.
c.
Mendapatkan
sumber daya perangkat keras
Rancangan sistem
disediakan bagi para pemasok berbagai jenis peraltan kpmputer yang terdapat
pada konfigurasi disetujui.
d.
Mendapatkan
sumber daya perangkat lunak
Saat perusahaan memutuskan
untuk menciptakan sendiri perangkat lunak aplikasinya, programer menggunakan
dokumentasi yang disiapkan oleh analis sistem sebagai titik awal.
e.
Menyiapkan
database
Pengelola database
bertanggungjawab untuk semua kegiatan yang berhubungan dengan data dan ini
mencakup persiapan database.
f.
Menyiapkan
fasilitas fisik
Jika perangkat keras dari sistem baru tidak sesuai dengan fasilitas yang
ada perlu dilakukan konstruksi baru atau perombakan.
g.
Mendidik
peserta dan pemakai
Sistem baru akan mempengaruhi banyak orang maka diperlukan suatu pelatihan.
h.
Menyiapkan
cutover
Proses menghentikan penggunaan sistem lama ke sistem baru disebut cutover
i.
Menyetujui atau menolak masuk ke sistem baru
Manajer dan komite pengarah SIM menelaah status proyek dan menyetujui atau
menolak rekomendasi tersebut.
j.
Masuk
ke sistem baru
Ada empat pendekatan dasar untuk masuk ke sistem baru :
·
Percontohan (pilot) : suatu sistem percobaan yang
diterapkan dalam satu subset dari keseluruhan operasi.
·
Serentak (immediate) : pendekatan yang paling
sederhana adalah beralih darisistem lama ke sistem abru pada suatu waktu secara
bersamaan.
·
Bertahap
(phased) : dalam cutover bertahap sistem baru digunakan bagian per bagian
·
Paralel
(parallel) : cutover paralel mengharuskan sistem lama dipertahankan sampai
sistem baru telah diperiksa secara menyeluruh.
5. TAHAP PENGGUNAAN
Langkah-langkah tahap penggunaan :
1.
Menggunakan
sistem
Pemakai menggunakan sistem
untuk mencapai tujuan yang diidentifikasikan pada tahap perencanaan.
2.
Audit
sistem
Setelah sistem baru berkesempatan untuk mapan, penelitian formal dilakukan
untuk menentukan seberapa baik sistem baru itu memenuhi kriteria kinerja. Studi
semacam ini disebut dengan penelaahan setelah penerapan dan dapat dilakukan
oleh seseorang dari jasa informasi seorang auditor internal.
3.
Memelihara
sistem
Selama manajer menggunakan sistem, berbagai modifikasi dibuat sehingga
sistem terus memberikan dukungan yang diperlukan. Modifikasi ini disebut
pemeliharaan sistem. Pemeliharaan sistem dilaksanakan dengan tiga alasan :
·
Memperbaiki
kesalahan
·
Menjaga
kemutakhiran sistem
·
Meningkatkan
sistem
4.
Menyiapkan
usulan rekayasa ulang
Ketika jelas bagi para
pemakai dan spesialis informasi bahwa sistem itu tidak dapat lagi digunakan,
suatu usulan dibuat komite pengarah SIM bahwa sistem itu perlu direkayasa ulang
dengan menggunakan rekayasa ulang proses bisnis. Usulan itu dapat berbentuk
memo atau laporan yang mencakup dukungan untuk berpindah ke suatu siklus sistem
baru. Dukungan tersebut penjelasan kelemahan inheren sistem, statistik mengenai
biaya perawatan dan sebagainya.
5.
Menyetujui atau menolak rekayasa ulang sistem
Komite pengarah SIM menentukan apakah suatu siklus hidup sistem baru itu
perlu. Jika ya, dibuat keputusan tentang kapan tahap perencanaan akan dimulai.
Siklus hidup yang baru dapat mengikuti pola rancang ulang proses bisnis. Sistem
yang ada sekarang akan digunakan hingga saat cutover ke sistem yang direkayasa
ulang.
No comments:
Post a Comment
Tolong commentnya berhubungan dengan artikel yang ditulis