BAB. 2
KONSEP INFORMASI
Setiap aktivitas yang dilakukan baik secara individu maupun secara
kelompok, baik organisasi formal maupun nonformal pasti memiliki dasar agar
dapat melaksanakan aktivitas tersebut, begitu juga dengan perusahaan ketika
mereka akan melaksanakan aktivitas mereka butuh dasar untuk melaksanakan
aktivitas tersebut misalkan salah satu aktivitas disalah satu departemen /
bagian dalam perusahaan, contohnya dibagian produksi, bagian produksi bisa
melaksanakan aktivitas setelah ada informasi dari bagian pemasaran, mengapa
demikian karena bagian pemasaran memiliki sejumlah data atau fakta dari
aktivitas mereka yaitu melaksanakan aktivitas pemasaran antara lain
memperkenalkan dan menjual produk.
Sistem informasi mempunyai tiga kegiatan utama, yaitu menerima data sebagai
masukan (input), kemudian memprosesnya dengan melakukan penghitungan,
penggabungan unsur data, pemutakhiran dan lain-lain, akhirnya memperoleh
informasi sebagai keluarannya (output).
DATA : fakta-fakta atau sesuatu yang
belum mempunyai arti.
INFORMASI : data
yang telah diproses atau data yang memiliki arti.
Pengelola
informasi menyediakan informasi dalam bentuk lisan maupun tulisan. Informasi
berasal dari sumber-sumber internal maupun lingkungan yang digunakan untuk mengambil
keputusan dan memecahkan masalah.
Perubahan data
menjadi informasi dilakukan oleh pengolah informasi. Pengolah informasi dapat
meliputi elemen-elemen komputer, non-komputer atau kombinasi keduanya.
Sistem Informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur
dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data
menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan
keputusan
Sistem Informasi adalah satu Kesatuan data olahan yang terintegrasi dan
saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara
maupun tulisan.
Sistem Informasi adalah Proses yang menjalankan fungsi mengumpulkan,
memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk kepentingan
tertentu; kebanyakan Sistem Informasi menggunakan komputer.
Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai
keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan
menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem
informasi diperlukan klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan
keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria
dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.
Sistem informasi adalah kumpulan antara sub-sub sistem yang saling
berhubungan sehingga membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup
input-proses-output. Suatu sistem informasi (SI) atau information system (IS)
merupakan aransemen dari orang, data, proses-proses, dan antar-muka yang berinteraksi
mendukung serta memperbaiki beberapa operasi sehari-hari dalam suatu bisnis
termasuk mendukung memecahkan masalah dan kebutuhan pengambilan suatu keputusan
manejemen dan para pengguna yang berpengalaman di bidangnya.
Informasi adalah hasil proses pengolahan data yang dipergunakan didalam
pengambilan suatu keputusan, adapun yang dimaksud data itu sendiri yaitu fakta
atau bagian dari fakta yang mengandung arti bisa berupa angka, huruf, situasi
maupun kondisi.
Dari proses tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : Data diproses, dari
hasil proses bisa berbentuk informasi dan bisa berbentuk data, sedangkan hasil
proses tersebut bisa berbentuk informasi apabila hasil dari pada proses
dipergunakan untuk mengambil suatu keputusan, sedangkan apabila hasil proses
tersebut tidak dipergunakan untuk mengambil suatu keputusan tetapi disimpan
disuatu file tertentu (Database) maka hasil proses dinamakan data. Karena dari
hasil proses tersebut akan dipergunakan lagi sebagai data, dan membutuhkan
proses yang pada akhirnya dipergunakan
sebagai informasi dimasa mendatang.
Kualitas Informasi :Informasi
dikatakan berkualitas minimal memiliki kriteria sebagai berikut :
Akurat : Informasi dikatakan akurat apabila suatu
informasi tersebut terbebas dari kesalahan.
Tepat waktu : Informasi dikatakan tepat waktu, apabila
suatu informasi itu ada pada saat dibutuhkan.
Relevan : informasi dikatakan relavan, apabila model dari
pada informasi tersebut dapat dipergunakan didalam pengambilan keputusan secara tepat untuk memecahkan suatu
permasalahan yang ada.
Sistem informasi Manajemen adalah
serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara
rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi
lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya
dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan.
Dengan kata lain SIM
adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi
beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Para pemakai biasanya membentuk
suatu entitas organisasi formal, perusahaan atau sub unit dibawahnya. Informasi
menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang
terjadi di masa lalu, apa yang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di
masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia dalam bentuk laporan
periodik, laporan khusus dan ouput dari model matematika. Output informasi
digunakan oleh manajer maupun non manajer dalam perusahaan saat mereka membuat
keputusan untuk memecahkan masalah.
Perancangan, penerapan dan pengoperasian SIM adalah mahal dan sulit. Upaya
ini dan biaya yang diperlukan harus ditimbang-timbang. Ada beberapa faktor yang
membuat SIM menjadi semakin diperlukan, antara lain bahwa manajer harus
berhadapan dengan lingkungan bisnis yang semakin rumit. Salah satu alasan dari
kerumitan ini adalah semakin meningkatnya dengan munculnya peraturan dari
pemerintah.
Lingkungan bisnis
bukan hanya rumit tetapi juga dinamis. Oleh sebab itu manajer harus membuat
keputusan dengan cepat terutama dengan munculnya masalah manajemen dengan
munculnya pemecahan yang memadai.SIM yang baik adalah SIM yang mampu
menyeimbangkan biaya dan manfaat yang akan diperoleh artinya SIM akan menghemat
biaya, meningkatkan pendapatan serta tak terukur yang muncul dari informasi
yang sangat bermanfaat.
Organisasi harus menyadari
apabila mereka cukup realistis dalam keinginan mereka, cermat dalam merancang
dan menerapkan SIM agar sesuai keinginan serta wajar dalam menentukan batas
biaya dari titik manfaat yang akan diperoleh, maka SIM yang dihasilkan akan
memberikan keuntungan dan uang.
Sistem informasi manajemen (SIM) bukan sistem informasi keseluruhan, karena
tidak semua informasi di dalam organisasi dapat dimasukkan secara lengkap ke
dalam sebuah sistem yang otomatis. Aspek utama dari sistem informasi akan
selalu ada di luar sistem komputer.
Pengembangan SIM canggih berbasis komputer memerlukan sejumlah orang yang
berketrampilan tinggi dan berpengalaman lama dan memerlukan partisipasi dari
para manajer organisasi. Banyak
organisasi yang gagal membangun SIM karena :
1.
Kurang
organisasi yang wajar
2.
Kurangnya
perencanaan yang memadai
3.
Kurang
personil yang handal
4.
Kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk
keikutsertaan para manajer dalam merancang sistem, mengendalikan upaya
pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat.
Secara teoritis komputer bukan prasyarat mutlak bagi sebuah SIM, namun
dalam praktek SIM yang baik tidak akan ada tanpa bantuan kemampuan pemrosesan
komputer. Prinsip utama perancangan SIM : SIM harus dijalin secara teliti agar
mampu melayani tugas utama.
Tujuan sistem informasi manajemen adalah
memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan atau
dalam subunit organisasional perusahaan. SIM menyediakan informasi bagi pemakai
dalam bentuk laporan dan output dari berbagai simulasi model matematika.
Informasi yang diberikan kepada manajer digunakan untuk mengendalikan
operasi, jangka pendek, jangka menengah dan
jangka panjang, pengendalian manajemen dan pemecahan masalah khusus.
Dalam sistem yang
dikomputerisasikan, program secara terus-menerus memantau transaksi pemasukan
yang diproses atau yang baru di proses guna pengindetifikasian dan secara
otomatis melaporkan lingkungan perkecualian yang memperoleh perhatian
manajemen.
Semakin tinggi lapisan
manajemen akan semakin cenderung menggunakan informasi yang berasal dari luar
untuk tujuan pengendalian manajemen. Perbandingan kinerja organisasi
dengan statistika ringkasan dari pesaing atau industri rata-rata jelas sangat
penting artinya.
Sistem informasi
intelijen secara otomatis bertugas mencari dan menganalisis informasi tentang
lingkungan sosial, politik, hukum, peraturan perundangan dan ekonomi dari satu atau
lebih negara disamping juga tentang kesehatan dan prospek masa depan industri
dimana perusahaan bersangkutan merupakan bagian didalamnya serta juga tentang
pesaingnya.
Sistem informasi
intelijen akan memberikan informasi perencanaan para manajer tidak menerima
dari sumber lain.
Sumber informasi intelijen :
1.
Lembaga
pemerintah.
2.
Asosiasi
perdagangan industri
3.
Perusahaan
riset pasar swasta
4.
Media
massa
5.
Kajian
khusus yang dilakukan organisasi
Informasi yang
diperoleh akan digunakan untuk memahami strategi pesaing, pergeseran halus
dalam selera konsumen.
Unsur pokok dalam
informasi intelijen :
1.
Profil
keperluan informasi dari manajer
2.
Sistem
penggalian informasi manajemen
3.
Sistem
pengkodean dan penyimpanan.
4.
Sistem
analisis data
5.
Kajian
khusus
6.
Sistem
pelaporan
7.
Pedoman
penghapusan data.
Sistem intelijen
dapat memberikan banyak keuntungan bagi suatu perusahaan atau lembaga. Sekarang
ini tidak hanya perusahaan besar yang memiliki sistem intelijen banyak
perusahaan kecil yang juga mempunyai.
Integrasi : adanya saling keterkaitan
antar sub sistem sehingga data dari satu sistem secara rutin dapat melintas,
menuju atau diambil oleh satu atau lebih sistem yang lain.
Pengintegrasian sistem informasi merupakan salah satu konsep kunci dari
SIM. Berbagai sistem dapat saling berhubungan satu sama lain dengan berbagai
cara yang sesuai keperluannya.
Integrasi sistem informasi dapat bersifat hirarkis yaitu pada tingkat
transaksi akan memberikan masukan data kepada sistem tingkat manajerial atau
sering pula dalam arah sebaliknya. Interaksi hirarkis adalah paling banyak
diidentifikasikan dan diitegrasikan karena manajer mengetahui bahwa informasi
harus diringkaskan menurut jalur hirarki disamping sistem yang bersangkutan ada
di bawah satu garis komando dan karena manajer dalam bidang fungsional akan
lebih banyak mengetahui data apa yang ada dalam sistemnya.
Keuntungan dari integrasi :
1.
Membaiknya
arus informasi di dalam sebuah organisasi.
2.
Mendorong
manajer untuk membagikan informasi yang dihasilkan oleh departemennya agar
secara rutin mengalir ke sistem yang lain yang memerlukan.
A. Fokus awal
pada data
Selama paruh pertama abad 20, perusahaan pada umumnya mengabaikan kebutuhan
informasi para manajer. Pada
fase ini penggunaan komputer hanya terbatas pada aplikasi akuntansi.
Nama aplikasi akuntasnsi berbasis komputer
pada awalnya adalah pengolahan data elektronik (EDP) kemudian berubah menjadi
Data prosesing (DP) dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) .
B. Fokus baru pada informasi
Tahun 1964 diperkenalkan satu generasi baru alat penghitung yang
mempengaruhi cara penggunaan komputer. Konsep penggunaan komputer sebagai SIM
dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung peralatan baru tsb. Konsep
SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama
menghasilkan informasi manajemen. Konsep ini segera diterima oleh perusahaan
besar.
C. Fokus revisi
pada pendukung keputusan.
Sistem pendukung keputusan (Decision support system)
= sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu
yang harus dipecahkan oleh manajer dan keputusan yang harus dibuat manajer.
Manajer tsb. Berada di
bagian manapun dalam organisasi pada tingkat manapun dan dalam area bisnis
apapun. DSS dimaksudkan untuk mendukung kerja satu manajer secara khusus.
Spesifikasi DSS :
1.
Berfokus
pada proses keputusan daripada proses transaksi
2.
Dirancang dengan mudah, sederhana, dapat diterapkan
dengan cepat dan mudah diubah.
3.
Dirancang
dan dioperasikan oleh manajer
4.
Mampu memberikan informasi yang berguna bagi
analisis kegiatan manajerial.
5.
Berkaitan dengan hanya bagian kecil dari masalah
besar
6.
Memiliki logika yang serupa dengan cara manajer
menganilis situasi yang sama.
7.
Memiliki
basis data berisi informasi yang disarikan dari file dan informasi lain
organisasi yang berasal dari lingkungan eksternal.
8.
Memungkinkan manajer untuk menguji hasil yang
mungkin dari serangkaian alternatif.
D. Fokus pada Komunikasi
Pada waktu DSS berkembang , perhatian juga difokuskan pada otomatisasi
kantor (office automation/OA) OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan
produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat
elektronik.
OA telah berkembang meliputi beragam aplikasi seperti konferensi jarak
jauh, voice mail, e-mail, electronik calendaring, facsimile transmission.
E. Fokus potensial pada konsultasi
Komputer dapat diprogram
untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia, suatu
aplikasi yang dinamakan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Pengetahuan tentang potensi kemampuan sistem informasi yang dikomputerisasi
akan memungkinkan seorang manajer secara sistematis menganalisis masing-masing
tugas organisasi dan menyesuaikannya dengan kemampuan komputer.
SIM secara khusus memiliki beberapa kemampuan teknis sesuai yang
direncanakan baginya. Secara kolektif kemampuan ini menyangkal pernyataan bahwa
komputer hanyalah mesin penjumlah atau kalkulator yang berkapasitas tinggi,
sebenarnya komputer tidak dapat mengerjakan sesuatu ia hanya mengerjakan lebih
cepat. Sistem informasi komputer dapat memiliki sejumlah kemampuan jauh diatas
sistem non komputer. Dan kemampuan ini telah merevolusikan proses manajemen
yang menggunakan informasi yang dihasilkan oleh sistem yang telah ada. Beberapa kemampuan teknis terpenting
dalam sistem komputer :
1.
Pemrosesan
data batch
2.
Pemrosesan
data tunggal
3.
Pemrosesan
on-line, real time
4.
Komunikasi
data dan switching pesan
5.
Pemasukan
data jarak jauh dan up date file
6.
Pencarian
records dan analisis
7.
Pencarian
file
8.
Algoritme
dan model keputusan
9.
Otomatisasi
kantor.
KEMAMPUAN PELAPORAN
Semua sistem
informasi memiliki kemampuan pelaporan dan laporan harus dirancang agar sesuai
dengan bentuk tertentu.
Prinsip pelaporan :
1.
Laporan
harus menonjolkan informasi terpenting
2.
Harus
seringkas mungkin
3.
Harus
disediakan dukungan
4.
Sistem pelaporan manajemen biasanya dalam transisi
5.
Setiap
laporan harus berformat keputusan
6.
Terstruktur
untuk melaporkan suatu kinerja
Jenis-jenis laporan :
1. Laporan periodik
Laporan yang secara rutin dikerjakan
2. Laporan indikator kunci
Merupakan variasi
laporan periodik, laporan ini secara khusus memberikan beberapa statistik
kritis kegiatan operasi harian kepada manajer.
3.
Laporan
siap panggil
Jenis laporan yang ditetapkan
oleh manajer agar tersedia sebelum berakhirnya satu periode, mungkin karena
masalah operasi yang tidak diharapkan atau adanya ancaman.
4.
Laporan
khusus
Laporan ini sering disebut
juga laporan ad-hoc adalah jenis laporan lain dari jenois laporan tidak
terjadwal yang dapat diminta oleh manajer.
5.
Laporan
perkecualian
Yaitu laporan yang berisi
hanya informasi yang dibutuhkan oleh manajer.
INTERFACE PEMAKAI DAN MESIN.
Didalam situasi tertentu dimana sistem komputer memberikan informasi
kepada pemakai atau pemakai memberikan data kepada sistem komputer.
Bentuk komunikasi
antara pemakai dan komputer :
1.
Pengembangan
program komputer
2.
Dialog
atau menyelami file
3.
Mengakses
data
4.
Memasukkan
input.
No comments:
Post a Comment
Tolong commentnya berhubungan dengan artikel yang ditulis