Selamat Datang di Blog Kang Djoen 'berbagi untuk negeri'

Sunday, November 11, 2012

Pendidikan yang Barakah

Berkah atau barakah, merupakan sebuah kata yang penuh makna. Umat Islam seyogyanya mencari dan mengharap serta menginginkan keberkahan dalam setiap segi kehidupannya, yakni dalam umurnya, ilmunya, hartanya dan keluarganya. Karena berkah bersifat batin, maka keberadaan berkah tidak dapat terlihat langsung secara indrawi atau lahiriyah, namun dapat dirasakan, sesuatu yang mempunyai nilai tambah, walaupun secara lahiriah berkurang namun secara hakikat bertambah. Karena manfaat berkah sangat besar, maka umat Islam perlu ikhtiar untuk mendapatkannya. Jika Allah memberi keberkahan terhadap sesuatu, maka sesuatu itu akan mendapat kebaikan yang banyak dan berkesinambungan. Contoh, harta yang walaupun nampak tak melimpah ruah namun dapat termanfaatkan untuk kemasalahatan yang lebih banyak, ini merupakan tanda-tanda bahwa harta tersebut diberkahi Allah Swt.
Madrasah/Sekolah yang kelola oleh sebuah yayasan pesantren kebanyakan orang tua siswanya mengharapkan keberkahan dari pendidikan yang diikuti oleh putra-putrinya. Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan istilah keberkahan tersebut. Terlepas dari segala kelemahan yang ada, Tulisan ini akan mencoba sedikit mengupas tentang keberkahan dalam perspektif Islam. 
Kata barakah menurut bahasa bermakna al-ziyadah (tambahan, nilai tambah), al-sa'adah (kebahagiaan),al-manfaah (kemanfaatan). Adapun secara istilah yaitu tsubut al-khayr ilah fi al-syay' yaitu Allah menempatkan sesuatu kebaikannya itu di dalam sesuatu (yang telah ditentukan Allah). Jadi ketentuan kebaika itu mempunyai makna tunggal yakni kepunyaan Allah pada tiap-tiap tempet tertentu. Contohnya pada mulanya seseorang tidak punya apa-apa lalu Allah letakan barakahnya maka orang itu menjadi mulya. Jika dalam harta terdapat barakah maka harta itu baik, manfaat dan mencukupi bahkan nilai kulitas maknanya melebihi nilai kuantitasnya. " Keberkahan Illahi terkadang datang dari arah yang seringkali tidak terduga atau dirasaka secara material dan tidak pula dapat dibatasi atau bahkan diukur. Dari sini segala penambahan yang tidak terukur oleh indra dinamakan barakah.
Isim fa'il dari baraka adalah mubarik, karena Allah Maha Pemberi barakah yang melimpah maka Ia secara khusus mensifati diri-Nya dengan sifat tabarak (pemberi barakah yang melimpah). Dimana kata tabaraka 9 terdapat sembilan kali diulang dalam al-Qur'an. Sifat ini hanya disandarkan kepada Allah semata tidak pernah dan tidak layak diberikan kepada apa dan siapapun jadi Dialah subhanahu al-mutabarik Yang Maha Suci lagi Pemberi Berkah.

No comments:

Post a Comment

Tolong commentnya berhubungan dengan artikel yang ditulis