Berkah atau barakah, merupakan sebuah kata yang penuh makna. Umat Islam
seyogyanya mencari dan mengharap serta menginginkan keberkahan dalam
setiap segi kehidupannya, yakni dalam umurnya, ilmunya, hartanya dan
keluarganya. Karena berkah bersifat batin, maka keberadaan berkah tidak
dapat terlihat langsung secara indrawi atau lahiriyah, namun dapat
dirasakan, sesuatu yang mempunyai nilai tambah, walaupun secara lahiriah
berkurang namun secara hakikat bertambah. Karena manfaat berkah sangat
besar, maka umat Islam perlu ikhtiar untuk mendapatkannya. Jika Allah
memberi keberkahan terhadap sesuatu, maka sesuatu itu akan mendapat
kebaikan yang banyak dan berkesinambungan. Contoh, harta yang walaupun
nampak tak melimpah ruah namun dapat termanfaatkan untuk kemasalahatan
yang lebih banyak, ini merupakan tanda-tanda bahwa harta tersebut
diberkahi Allah Swt.
Madrasah/Sekolah yang kelola oleh sebuah yayasan pesantren kebanyakan orang tua siswanya
mengharapkan keberkahan dari pendidikan yang diikuti oleh
putra-putrinya. Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan istilah
keberkahan tersebut. Terlepas dari segala kelemahan yang ada, Tulisan
ini akan mencoba sedikit mengupas tentang keberkahan dalam perspektif
Islam.
Kata barakah menurut bahasa bermakna al-ziyadah (tambahan, nilai tambah), al-sa'adah (kebahagiaan),al-manfaah (kemanfaatan). Adapun secara istilah yaitu tsubut al-khayr ilah fi al-syay' yaitu Allah menempatkan sesuatu kebaikannya itu di dalam sesuatu (yang telah ditentukan Allah). Jadi ketentuan kebaika itu mempunyai makna tunggal yakni kepunyaan Allah pada tiap-tiap tempet tertentu. Contohnya pada mulanya seseorang tidak punya apa-apa lalu Allah letakan barakahnya maka orang itu menjadi mulya. Jika dalam harta terdapat barakah maka harta itu baik, manfaat dan mencukupi bahkan nilai kulitas maknanya melebihi nilai kuantitasnya. " Keberkahan Illahi terkadang datang dari arah yang seringkali tidak terduga atau dirasaka secara material dan tidak pula dapat dibatasi atau bahkan diukur. Dari sini segala penambahan yang tidak terukur oleh indra dinamakan barakah.
Isim fa'il dari baraka adalah mubarik, karena Allah Maha Pemberi barakah yang melimpah maka Ia secara khusus mensifati diri-Nya dengan sifat tabarak (pemberi barakah yang melimpah). Dimana kata tabaraka 9 terdapat sembilan kali diulang dalam al-Qur'an. Sifat ini hanya disandarkan kepada Allah semata tidak pernah dan tidak layak diberikan kepada apa dan siapapun jadi Dialah subhanahu al-mutabarik Yang Maha Suci lagi Pemberi Berkah.
No comments:
Post a Comment
Tolong commentnya berhubungan dengan artikel yang ditulis