Selamat Datang di Blog Kang Djoen 'berbagi untuk negeri'

Tuesday, March 27, 2012

ETIKA SEORANG DOSEN

Alkisah di sebuah Perguruan Tinggi Swasta, seorang mahasiswi yang tak begitu cantik mengeluh atas perlakuan dosennya yang tidak berlaku adil dan tidak menghargai apa yang telah dikerjakannya. Ceritanya seperti ini, suatu hari mahasiswi tersebut menemui seorang dosen, maksudnya mau menanyakan usulan proposal judul skripsinya yang tempo hari telah disimpannya di meja dosen tersebut untuk diperiksa. Namun, apa yang di dapat oleh mahasiswi tersebut proposal usulan skripsinya “nyasar” di mukanya karena dilempar oleh dosen bersangkutan dengan alasan mahasiswa tersebut tidak bisa menjawab beberapa pertanyaan dosennya berkenaan dengan isi proposalnya. Lebih-lebih tambah sakit hatinya mahasiswi tersebut adalah perlakuan diskriminatif dosen bersangkutan terhadap pelayanan kepada mahasiswanya. Apabila mahasiswi yang datang parasnya cantik, ayu sikap dosen tersebut lebih komunikatif, resfonsif dan lemah lembut berbeda kalau yang menghadapnya mahasiswi yang parasnya “Nilai 5 bahkan 4”, dicuekinnya, dimarahinnya ya seperti yang di alami mahasiswi tadi dan hal ini dialami juga oleh mahasiswa dan mahasiswi lainnya. Bahkan sampai muncul “isu” dari kalangan mahasiswa bahwa untuk meraih hati dosen tersebut harus dengan istilah“ kudu diparab awewe geulis Si Eta mah, kakara  daek resfon”.
Fenomena kisah di atas, tentu saja menjadi bahan pertanyaan besar Apakah Etika seorang dosen harus seperti itu ?, Sementara yang namanya seorang dosen adalah panutan bagi mahasiswanya, sebagai figur yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan lingkungannya, berpikir, bersikap, dan berperilaku sebagai anggota masyrakat ilmiah, luhur budi, jujur, bersemangat, bertanggung jawab dan menghindari perbuatan tercela. Selain itu seorang dosen merupakkan seorang pendidik yang harus  membimbing dan mendidik mahasiswa ke arah pembentukan kepri badian insan terpelajar yang mandiri dan bertanggung jawab. Seorang dosen harus bersikap dan bertindak adil terhadap mahasiswa, memperlakukan mahasiswa sebagai manusia dewasa. Dosen Harus  memperlakukan mahasiswa secara sama, tanpa memandang status sosial, agama, ras  apalagi kecantikan atau ketampanan mahasiswanya.

Mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi kontribusi positif kepada para dosen dan pendidik khususnya dan umumnya bagi kita semua untuk senantiasa mengedepankan rasa keadilan terhadap orang lain, tidak diskriminatif, mengedepankan etika dan akhlaqul karimah dan menghargai orang lain. Oleh karena itu, jadilah Uswah bagi peserta didiknya.

No comments:

Post a Comment

Tolong commentnya berhubungan dengan artikel yang ditulis